3 Hikmah Umroh Yang Perlu Kamu Ketahui

Kita pasti sudah belajar sejak Sekolah Dasar bila haji itu hukumnya harus yang mampu. Nah, arti mampu ini peluang kerap hanya disetarakan dengan mampu secara keuangan. Tapi, sejak saat ini kita supaya lebih ketahui bila mampu yang diambil simpulan bukan hanya itu. Penyiapan jasmani dan rohani terhitung dalam barisan syarat mampu untuk pergi haji.

Kamu yang sekarang ini belum memiliki cukup biaya untuk pergi haji tapi memiliki kesehatan jasmani dan rohani yang baik, tetap harus bersyukur dan optimis. Itu diantaranya kemampuan yang saat ini kamu punya untuk bekal pergi haji.

Haji dan Umroh, dua tipe beribadah berlainan yang sama dikerjakan di Tanah Suci. Jika beribadah haji kemungkinan telah kita ketahui semenjak kanak-kanak dari pelajaran sekolah mengenai rukun islam. Jika beribadah yang satu itu ialah rukun islam ke-5 yang harus dikerjakan bila kita sanggup.

Tetapi bagaimana dengan umroh? Mengapa harus ada umroh jika sudah ada yang bernama beribadah haji? Kemungkinan itu pertanyaan yang seringkali kamu sampaikan dalam diri sendiri atau sempat tanya pada beberapa orang yang kamu kenali. Maka rasanya kita perlu tahu apa inti umroh itu hingga dapat mendapati bedanya dari beribadah haji. Lantas mendapati argumen mengapa ke-2 beribadah itu diperbedakan keduanya.

Jika sejauh ini kita menjelaskan inti umroh itu ialah sebuah perjalanan ziarah. Perjalanan yang berisi serangkaian tawaf, sa’i, tahallul, dan lain-lain. Karenanya ialah pengertiannya. Inti pasti lebih dalam kembali. Di bawah ini makna beribadah umroh yang penting kita ingat:

Meniru teladan pengorbanan dari Nabi Ibrahim AS

Masing-masing cerita nabi mempunyai makna dan tauladan tertentu. Begitupun dengan cerita nabi Ibrahim. Seorang nabi yang demikian patuh ke Allah SWT. Beliau demikian sabar saat dikasih masalah rumah tangganya tidak juga dikarunia anak. Lantas saat pada akhirnya beliau mempunyai seorang anak, masalah tiba kembali terus-menerus.

Dari istri dan anaknya Ismail yang perlu pergi jauh dari nabi Ibrahim sampai perintah untuk menyembelih anaknya sendiri. Cerita nabi ibrahim ini pasti benar-benar terkait dengan beribadah haji yang sekarang ini jadi beribadah harus untuk umat islam. Tetapi, disamping itu jadi inti perjalanan umroh.

Mengakui persamaan diri dengan orang lain, dan segala kelemahan diri

Semua manusia itu sama di depan Allah. Itu yang terlihat saat kita melakukan beribadah umroh. Baju kita sama sama orang lain. Aktivitas yang kita kerjakan juga sama. Di situ kekayaan, kedudukan, kesarjanaan, dan lain-lain tidak nampak.

Pengampunan dosa

Umroh menjadi salah satunya event untuk minta pengampunan dosa ke Allah SWT. Itu inti umroh yang lain. Sama seperti yang disebutkan oleh HR Bukhari dan Muslim, yakni “Beribadah umroh sampai umroh berikutinya sebagai kafarat untuk dosa antara ke-2 nya dan haji yang mabrur tidak ada balasannya terkecuali surga”. Jika kita ingin minta pengampunan dosa di Tanah Suci, jadi tidak harus menanti musim haji. Umroh menjadi alternative karena umroh dapat dilaksanakan kapan pun.

sumber : Daytama Sinergi Wisata