8 Hal yang Bisa Dilakukan di Dieng Culture Festival

Salah satu festival yang besar di Jawa Tengah dan diadakan setiap tahun adalah Dieng Culture Festival. Acara ini membawa banyak wisatawan karena rangakaiannya yang sangat unik, salah satunya pemotongan rambut gimbal. Berikut ini adalah 8 hal yang bisa kamu lakukan di DCF.

Rangkaian Acara di Dieng Culture Festival

1. Kongkow Budaya

Kongkow budaya menjadi acara pembuka dari festival ini. Acara ini diadakan di area Candi Arjuna, Banjarnegara. Kongkow berarti berkumpul bersama. Dalam acara ini, panitia, pengisi acara, perwakilan pemerintah Dieng dan Jawa Tengah, serta wisatawan akan dikumpulkan.

Apa saja yang dilakukan saat kongkow budaya? Selain pemerintah yang mendorong agar wisatawan tetap mencintai budaya Indonesia, khususnya Dieng, ada juga rangkaian doa serta sholawat. Di sela-sela kongkow budaya diisi dengan penampilan artis tertentu yang diundang ke acara.

2. Aksi Dieng Bersih

Selain Kongkow Budaya, ada pula Aksi Dieng Bersih yang menjadi rangkaian acara awal. Aksi ini mengajak semua wisatawan untuk memungut sampah-sampah yang ada di area DCF. Rangkaian ini mengingatkan para wisatawan yang datang untuk selalu menjaga kebersihan lokasi wisata.

Apabila DCF digelar selama 3 hari, maka aksi ini dilakukan sebanyak 6 kali. Setiap hari dilakukan 2 kali aksi, yakni sebelum acara dimulai dan sesudah dilakukan. Lokasi yang dibersihkan tak hanya area DCF saja, namun meliputi obyek wisata yang ada di Dieng selama festival berlangsung.

3. Pertunjukan Jazz

Siapa bilang jika acara yang mengusung tema budya ini akan membosankan? Wisatawan yang datang ke acara akan diajak untuk menikmati perhelatan musik jazz. Acara yang satu ini memang bertemakan nasional sehingga mengundang artis jazz yang populer.

Acara pertunjukan jazz ini diadakan di malam hari. Dieng yang memang daerah dingin akan membuatmu memakai jaket tebal. Suhu saat malam di Dieng biasanya sekitar 14 derajat celcius. Kalau kamu menghadiri acara ini, jangan lupa bawa jaket tebalmu.

4. Pagelaran seni ketoprak

Kesenian ketoprak merupakan kesenian khas yang berasal dari Jawa Tengah. Orang-orang yang memainkan kesenian ini akan membawakan lakon dengan menggunakan bahasa Jawa. Isi ceritanya biasanya tentang kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa.

Pemilihan kesenian ketoprak dalam rangkaian acaranya bertujuan agar wisatawan yang datang bisa mengenal budaya Jawa Tengah. Hal ini juga tanda bahwa budaya Jawa masih dilestarikan hingga kini. Pertunjukan dimulai pada malam hari di lapangan Arjuna.

5. Java coffee festival

Di acara DCF pada tahun 2019, ada juga Java Coffee Festival. Konsep acara ini layaknya sebuah bazaar. Beragam kopi yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, bahkan Jawa Barat akan dipamerkan dalam cara ini.

Tak hanya pameran kopi, dalam festival ini juga dihadiri oleh para praktisi kopi, pengusaha kopi skala besar maupun kecil, hingga komunitas kopi. Java coffee festival juga memperkenalkan kopi Dieng yang berjenis arabika. Rasanya khas dan berbeda karena ditanam di dataran tinggi.

6. Kirab budaya

Sebelum acara puncak dimulai, maka dilakukan kirab budaya. Kirab budaya mirip sebuah pawai karena menggunakan kereta kuda. Kereta kuda tersebut membawa anak gimbal, sesaji, hingga pemangku. Tujuan dari kirab budaya adalah mengenalkan potensi budaya ke masyarakat.

Selain iring-iringan kereta kuda, kirab budaya juga disertai dengan beberapa kesenian daerah seperti barongsai, tek-tek dan rampak yakso. Di tengah kirab budaya juga ada prosesi sawer koin dan beras kuning ke anak gimbal. Acara ini dimulai dari rumah pemangku hingga ke Gangsiran Aswatama.

7. Jamasan rambut gimbal

Jamasan memiliki arti mensucikan diri. Acara ini dilakukan setelah kirab budaya selesai. Prosesi ini dimulai dengan membaca doa. Anak-anak berambut gimbal akan dikumpulkan di pelataran. Setelahnya, mereka disiram air suci yang berasal dari 6 mata air di Dieng.

8. Pencukuran rambut gimbal

Setelah prosesi jaman selesai, maka selanjutnya adalah pemotongan rambut anak gimbal. Anak-anak tersebut biasanya meminta barang sebelum rambutnya dipotong. Pemotong rambut mereka adalah seorang pemangku adat Dieng.

Setelah rambut mereka dipotong, maka selanjutnya adalah pelarungan rambut gimbal. Rambut yang sudah dipotong akan dilarung di telaga Balekambang. Telaga ini menyatu dengan Laut Selatan. Kemudian, acara DCF pun bisa dikatakan berakhir.

Dieng Culture Festival selalu menarik minat wisatawan dalam jumlah yang banyak setiap tahunnya. Jika kamu berencana untuk datang ke festival ini, kamu harus membayar sejumlah tiket. Acara hiburan acara inti dari DCF hanya bisa disaksikan bagi mereka yang memiliki tiket.