UMKM termasuk penyumbang utama perekonomian Indonesia. Jenis usaha yang dijalankan berbagai. Mulai dari sayuran, buah, makanan, kerajinan tangan, pakaian, kolam ikan, dan banyak lagi. Ketika bisnis dijalankan venture suntikan modal diperlukan. Sehingga bisnis tetap berjalan meskipun banyak pesaing dengan produk sejenis dengan harga yang kompetitif.

UKM sendiri pernah terpengaruh oleh situasi politik sekalipun. Sebagai contoh, saat kerusuhan Mei 1998, Hingga berdampak pada kondisi ekonomi, UKM masih mampu berdiri, gulung tikar, dan merumahkan karyawan. Justru sebaliknya terjadi, proses produksi dan perdagangan berjalan sesuai rencana sejauh ini.

The UKM peserta aktif tidak hanya dari daerah perkotaan. Untuk daerah pedesaan terpencil meskipun produk-produk UKM ditemukan. Meskipun pelakunya hanya mereka yang memiliki akses ke bank. Dengan berlalunya waktu, teknologi termasuk dalam berbagai bidang kehidupan. Termasuk pembiayaan sekalipun.

Ketika memakai teknologi transaksi pembiayaan. Tentu saja pemilik bisnis yang menguntungkan. Mereka tidak perlu lagi repot-repot untuk datang ke lokasi untuk ibukota meminjam. Hanya berbekal peralatan digital hanya segala sesuatu dari istilah, skema, proses pengajuan dilakukan dengan cepat. Peminjam hanya perlu menyiapkan profil, yang akan digunakan oleh pemodal untuk memberikan sejumlah uang dan menilai risiko.

Pinjaman biasanya digunakan pemilik UMKM yang disebut peer to peer. Pinjaman ini memiliki target jangkauan yang luas termasuk perbankan pedesaan yang masih alami. Namun potensi sangat besar. Ada sebuah organisasi yang secara aktif menggunakan program peer to peer review bernama Amartha. Ketika melakukan kegiatan mereka secara aktif terjun ke lapangan untuk memaksimalkan peran perempuan pedesaan sebagai pemilik UKM. Sehingga mereka mampu mandiri serta untuk mendukung keluarga mereka. Ketika hal itu dilakukan secara berkelanjutan. Umumnya meningkatnya standar hidup, impian mereka akan terwujud.

Privilege di Amartha make siapa pun berjuang di sektor ini ditantang untuk mendapatkan tambahan modal. Keunggulan ketika bergabung sebagai peminjam sangat banyak. Mereka mendapatkan akses ke teknologi untuk memantau kredit dan informasi terkait lainnya. Pembekalan kewirausahaan, manajemen keuangan, serta wawasan pengembangan produk co-mengajar. Biasanya dijadwalkan seminggu sekali di kelompok. Maksimal anggota berkisar 15-20 orang.

Dari sana banyak bisnis yang tampak biasa. Sekarang omset bulanan dapat mencapai nilai jutaan. Pembayaran modal yang dipinjam relatif ringan. Ada banyak pilihan dan tenor pinjaman nominal. Saat mengajukan peminjam tidak dipaksa untuk mengambil nominal tinggi. Semua disesuaikan dengan kemampuan dan jenis mitra bisnis.

Keuntungan yang membuat Amartha menjadi UKM sasaran di berbagai daerah. Meskipun tidak domisili dari pedesaan. Asalkan semua persyaratan Amartha bertemu. aplikasi pinjaman bisa disetujui. Tidak ada lagi istilah kurang modal dan pengembangan usaha ide. Semuanya diselesaikan ketika Amartha menjadi mitra dalam memenuhi ibukota.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here