4 Jenis Akad yang Umum Diterapkan Oleh Pinjaman Online Resmi Syariah

Pinjaman online resmi atau P2P (peer-to-peer lending) di Indonesia tak sedikit yang menerapkan prinsip syariah dalam menjalankan operasionalnya. Hal ini sesuai dengan keberadaan masyarakat Indonesia yang sebagian besar memeluk agama Islam.  

Keberadaan situs pinjaman online resmi yang berbasis syariah ini bisa menjadi alternatif solusi keuangan bagi kaum muslimin dan muslimah. Selain menawarkan kemudahan akses dan prosedur, situs ini juga menerapkan sejumlah prinsip yang sesuai dengan nilai-nilai Islami.

Akad yang Umumnya Diterapkan Oleh Situs Pinjaman Online Resmi Syariah

Berbeda dengan situs pinjaman lain yang umumnya menerapkan hukum keuangan internasional, pinjaman syariah menerapkan hukum Islam sebagai dasar operasionalnya. Sehubungan dengan hal itu, ada beberapa jenis akad yang biasanya berlaku dalam sistem pinjaman syariah, yakni: 

Akad Murabahah

Akad ini merupakan akad jual beli antara pihak pemberi dan penerima pinjaman atau nasabah. Pihak pemberi pinjaman biasanya akan membelikan suatu barang untuk nasabahnya lebih dulu. Selanjutnya, nasabah membeli barang itu dari pemberi pinjaman dengan cara bayar mencicil. 

Akad Ijarah Wa-Iqtina

Dalam penerapan akad ini, pihak pemberi pinjaman akan membeli suatu barang untuk kemudian disewa oleh nasabah dalam tempo sesuai kesepakatan. Setelah jatuh tempo, nasabah bisa membeli barang tersebut dan status kepemilikannya pun akan berpindah.

Akad Musyarakah Mutanaqishah

Penerapan akad ini melibatkan kerja sama antara pihak pemberi pinjaman dan nasabah untuk memberikan kontribusi dana meskipun jumlahnya mungkin berbeda. Contohnya, pemberi dana mengucurkan dana untuk modal usaha sebesar 55 persen sedang nasabah 45 persen.

Selama periode kerja sama, laba akan dibagi sesuai dengan kesepakatan. Pada akhir periode nanti, nasabah akan memperoleh kepemilikan usaha sebesar 55 persen.

Akad Mudharabah

Terkait akad ini, pihak pemberi pinjaman akan mengucurkan sejumlah dana untuk modal usaha nasabah. Pada akhir masa pinjaman nantinya pihak pemberi pinjaman akan mendapat pembagian keuntungan sesuai kesepakatan.

OJK (Otoritas Jasa Keuangan) bulan lalu telah merilis daftar pinjaman online resmi, baik syariah maupun non-syariah, yang sudah memiliki izin. Anda bisa memanfaatkan daftar tersebut sebagai acuan dalam memilih situs yang terpercaya untuk dijadikan mitra usaha.