Alasan Mengapa Orang Jepang Kurang Suka Makanan Pedas

Sebenarnya, kategori pedas tiap-tiap individu itu berbeda. Pun demikian bersama dengan orang Jepang. Level pedas orang Jepang tentu tidak mampu disamakan bersama dengan orang-orang di Indonesia yang doyan makan cabai.

 

Sekadar informasi, Bagi kalian yang sedang magang Jepang ternyata memiliki makanan pedas, lebih-lebih tak jarang makanan berikut dicampur bersama dengan bubuk cabai. Namun, bubuk cabai hanya ditambahkan dalam kuantitas sedikit alias sebagai bumbu pelengkap seperti vetsin.

 

Alasan Mengapa Orang Jepang Kurang Suka Makanan Pedas

Jadi, apakah orang Jepang terlalu tidak cukup senang pedas? Ya, orang Jepang hindari rasa pedas yang berlebihan dikarenakan mampu mengurangi rasa orisinal dari makanan yang mereka makan. Seperti yang diketahui, jika memberikan cabai dalam kuantitas banyak, maka rasa pedas bakal menjadi lebih dominan dari rasa asli sampai-sampai kamu tidak mampu nikmati proses makan akibat lidah yang terbakar.

 

Lagi pula, sebagian besar orang Jepang terlalu waspada dalam mengolah makanan agar gizi dan kesegarannya senantiasa terjaga. Memakan makanan kaya gizi menjadi cara bagi mereka untuk memelihara agar tubuhnya senantiasa sehat. Di sisi lain, mengkonsumsi pedas yang berlebihan mampu memberikan efek tidak baik bagi kebugaran terutama bagi mereka bersama denganĀ  penyakit mag.

Bagaimana bersama dengan Wasabi?

Wasabi merupakan pasta berwarna hijau yang terbuat dari tanaman sejenis lobak (wasabia japonica). Di Jepang, makanan ini kerap kali digunakan sebagai pengganti cabai dikarenakan rasanya yang pedas. Dulu, wasabi sengaja digunakan di sushi/sashimi untuk menggantikan peran alkohol dalam membasmi kuman. Selain itu, wasabi juga berfungsi sebagai pengawet ikan agar tidak cepat busuk.

 

Sensasi pedas yang ditimbulkan wasabi terbilang beda bersama dengan rasa pedas cabai. Unsur isothiocyanates yang terdapat dalam wasabi sebabkan pasta hijau ini memiliki rasa menyengat hingga menusuk hidung. Beberapa orang Indonesia yang dulu mencobanya berpendapat bahwa rasa wasabi mirip bersama dengan rasa pasta gigi.

 

Oh iya, di balik rasanya yang pedas, wasabi ternyata memiliki sejumlah kandungan yang berfungsi seperti, vitamin C, kalsium yang tinggi, dan kandungan antiinflamasi yang mampu memunculkan daya dalam tubuh. Kabarnya, wasabi juga dipercaya mampu meringankan penyakit alergi, asma, hingga kanker.

 

Sejumlah Restoran yang Menyajikan Makanan Pedas

Meski tidak terlalu menyukai makanan bersama dengan rasa pedas yang berlebihan, nyatanya sejumlah restoran di Jepang berikut ini menyajikan menu bercita rasa pedas.

 

  1. Magic Spice: Aquerius

Aquerius merupakan makanan jenis kari yang berasal dari Kota Sapporo, Hokkaido. Beda bersama dengan masakan kari terhadap umumnya, menu Aquerius yang dijual oleh restoran bernama Magic Spice ini memiliki cita rasa terlalu pedas. Kalau kamu penasaran, lokasi restorannya berada sekitar 6 menit jalur kaki dari Stasiun Shimokitazawa.

 

  1. Rishiri: Ramen Orochon

Belum afdal terkecuali ke Jepang tanpa mencicipi ramen. Untuk kamu yang doyan pedas, menyantap seporsi Ramen Orochon yang dihidangkan restoran Rishiri mampu menjadi pilihan yang tepat. Pasalnya, ramen bersama dengan kaldu kura-kura berkulit halus ini dihidangkan dalam level kepedasan terasa dari 1 hingga 9. Rishiri berjarak sekitar 7 menit dari Stasiun Shinjuku.

 

  1. Akai Tsubo: Mapo Doufu

Akai Tsubo, restoran yang berlokasi 3 menit dari Stasiun Omotesando ini menyajikan banyak ragam olahan pedas khas Asia seperti Jepang, China, dan Korea. Salah satu makanan pedas yang tak boleh kamu lewatkan ialah Mapo Doufu.

 

Itulah ulasan mengenai alasan mengapa orang Jepang tidak cukup senang makanan pedas yang berlebihan. Meski begitu, untuk kamu yang sedang berlibur ke Jepang dan dambakan nikmati makanan bersama dengan rasa pedas, 3 restoran di atas mampu dicoba.