Langkah tingkatkan kepandaian emosional

 

 

Wah, rupanya kepandaian emosional punyai banyak peranan penting di dunia kerja. Apa ketrampilan ini dapat dipertingkat? Dapat donk. Kepandaian emosional sama dengan skill-skill yang lain, dapat dilatih dan dipertingkat. Berikut beberapa langkahnya:

 

  1. Mendengarkan dengan aktif

Dengar dan memerhatikan itu berbeda. Jika dengar, ya kamu sekadar dengarkan apa yang seseorang ngomong, tetapi kamu tidak memahami. Tetapi jika nyimak, memiliki arti kamu dengarkan dan coba pahami apa yang seseorang bahas. Ini menolong kita agar semakin pahami seseorang, menangani perselisihan, memutuskan, dan membuat jalinan yang lebih bagus.

 

Untuk dapat pahami seseorang, dengarkan tidak cukup hanya telinga saja, tetapi juga mata dan hati. Lihat gerak-geriknya, suara bicaranya, atau gestur mukanya. Rasakan emosi yang ia rasakan, dan coba untuk sesuaikan emosi itu.

 

Dengarkan narasi dengan perhatian penuh dan coba menyaksikan dunia dengan mata seseorang membuat kita lebih empati. Kita jadi dapat memosisikan diri di status seseorang, menjadi lebih memahami, dan tidak mengadili. Pada akhirnya, kita dapat memberi respon dengan lebih bagus.

 

Untuk tingkatkannya, kamu dapat latihan dengan pembicaraan setiap hari. Jika ada yang bicara, coba untuk dengar, tidak menggunting, dan tidak mengadili.

 

  1. Mood journaling

Kesadaran diri ialah kekuatan mengenal emosi diri kita, dan tahu bagaimanakah cara mengurus, dan mengekspresikannya secara baik. Langkah mengenal emosi dapat dengan suasana hati journaling. Ini ialah kegiatan menulis emosi yang kamu alami tiap hari, apa pemicunya, dan bagaimana kamu mengekspresikannya.

 

Kamu dapat buat jurnal harian yang didalamnya dapat kamu samakan sama apa yang ingin kamu ketahui dari emosimu sendiri. Tulis emosi apa yang kamu alami sepanjang hari, kemudian pikir benarkah itu emosinya. Misalkan, kamu menulis bersedih, tetapi sesudah diingat rupanya awalannya kamu menangis. Kamu menangis karena terlampau geram. Terkadang jika sudah geram sekali kan kita dapat sampai nangis, ya . Maka tulis saja apa yang kamu rasain dan pikirkan kembali agar makin memahami sama emosi sendiri. Saat ini telah banyak program suasana hati treker, menjadi lebih mudah memakainya.

 

  1. Kendalikan tanggapan pada emosi

Coba ingatlah kembali langkah kamu ekspresikan emosi negatif. Apa geram-marah, berbicara kasar, menangis, atau membanting barang. Selanjutnya penilaian, apa reaksi itu telah pas, mencederai seseorang atau mungkin tidak, atau adakah langkah untuk menurunkan emosi supaya tidak bereaksi terlalu berlebih.

 

Misalkan, saat geram kamu akan berbicara kasar dan dapat mencederai seseorang. Cobalah ambil waktu untuk diam sesaat dan atur napas. Selanjutnya, berbicara saat kamu bisa mengontrol emosi . Maka kamu akan semakin dapat mengatur apa yang keluar mulut dan pemikiran.

 

Ambil diri dari keadaan yang tidak menyenangkan itu. Janganlah lekas bereaksi, dan jauhi memutuskan saat kamu sedang geram. Ada sebuah quotes dari Daniel Goleman yang pokoknya ialah, jika kamu tidak punyai kesadaran diri, tidak dapat mengurus emosi yang terkadang merepotkan, dan tidak punyai empati, berapa pintarpun kamu, kamu tidak akan membuat perkembangan yang jauh.

Baca juga:  jurusan smk yang paling diminati

visit pare