Pernikahan Beda Agama Katolik Dan Islam

Hukum Menikah Beda Agama, Begini Penjelasannya dalam Al-Quran

Perkawinan didefinisikan dalam Pasal 1 UU Perkawinan sebagai ┬áhubungan lahir dan batin antara seorang pria dan seorang wanita dalam kedudukan sebagai suami istri . Menurut Wantjik Saleh, ‘ikatan batin’ menandakan bahwa perkawinan tidak dapat ada hanya atas dasar ‘ikatan lahiriah’ atau ‘ikatan batin’, tetapi juga harus memiliki keduanya. Istilah ‘ikatan kelahiran’ mengacu pada hubungan yang tampak, artinya adanya hubungan hukum antara seorang pria dan seorang wanita untuk hidup bersama sebagai suami istri, yang juga disebut sebagai ‘ikatan formal’. Hubungan resmi ini mengikat dia serta individu atau masyarakat lain.

Pernikahan beda agama Katolik dan Islam masih dianggap tabu atau dilarang oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Meskipun secara teknis memang tidak di perbolehkan, birokrasi yang terlibat sangat kompleks. Tidak heran jika banyak pasangan lebih memilih untuk menikah di luar negeri. Namun, baru-baru ini seseorang mengungkapkan pengalamannya menikah di Indonesia dengan berbeda agama.

Cinta Beda Agama

Selain itu, jatuh cinta mungkin merupakan takdir yang tak terhindarkan. Ini mungkin berkah, tetapi juga bisa membuat komplikasi. Demi cinta, terlepas dari kesulitannya, tampaknya layak untuk diperjuangkan. Meski persoalannya tidak sepele, antara lain pernikahan beda agama Katolik dan Islam, restu orang tua, dan sulitnya diakui negara.

Bejo (nama udara) sangat menyadari hal ini. Bejo dan pasangannya beragama Islam, namun Suprapti (nama udara) beragama Katolik. Mereka bertemu di tempat kerja, berkencan selama enam bulan, dan kemudian memutuskan untuk menikah.

Akhirnya walau mereka bisa menikah mereka tetap tidak bisa bertahan lama. Mereka memperdebatkan agam mereka dan akhirnya berpisah. Maka dari itu pernikahan beda agama sangatlah di larang dan ini menyebabkan sebuah masalah besar bagi kita semua. Baik drai pihak yang menikah maupun pihak yang mengurus prosesi pernikahan dan prosesi perceraian.

Jika keyakinan sudah berbeda sangatlah sulit hubugan itu bisa berjalan lancar sampai akhir hayat maka dari itu hal tersebut harus di luruskan. Salah satu pihak harus mengalah masuk kedalam agama salah satu agama tersebut. Dan meninggalkan agamanya tersebut, maka jika tidak demikian akan terjadi suatu hal yang sangat tidak di inginkan seperti perpisahan dalam sebuah hubungan. Maka untuk anda semua jangan gelap mata karena cinta, lebih teliti dalam menjalin hubungan itu sangat penting agar tidak salah dalam memilih pasangan dan bisa hidup langgeng selama hidup kita.

Aturan Menikah Beda Agama

Pernikahan beda agama Katolik dan Islam sangatlah di larang karena terdapat beberapa persyaratan yang harus di lengkapi namun tak bisa terlengkapi jika itu pernikahan beda agama. Seperti menyerahkan beberapa dokumen yang diperlukan, termasuk akta kelahiran calon pengantin, sertifikat laporan diri, paspor dan visa, serta Sertifikat Kedutaan untuk pengantin asing.

Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga, dan surat cerai/kematian dari istri/suami sebelumnya jika pernah menikah. Surat Kuasa Panglima bagi Anggota ABRI Surat Izin Orang Tua Calon Pengantin, Pengantin di Bawah Umur 21 Tahun, Surat Perjanjian Nikah (jika ada), Akta Kelahiran Anak (jika ada), Surat Ganti Nama (jika ada) , Surat Baptis, Surat Keterangan Gereja/Vihara/Candi, Surat Nikah dari pemuka agama 6 (enam) foto hitam putih 4X6, Surat Keterangan Lurah (N1, N2, N3 N4), Surat Pernyataan belum pernah kawin bermaterai dari 6000, Demikian pembahasan kami tentang larangan perkawinan antar Katolik dan Islam di Indonesia.